Biro SDM Polda Sulsel Gelar Bimtek Program Ketahanan Pangan dan Aplikasi Sadar Sulsel serta Sibarani

Makassar, 19 September 2025 – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan data berbasis teknologi, Biro SDM Polda Sulsel menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Ketahanan Pangan serta penggunaan Aplikasi Sadar Sulsel dan Sibarani. Kegiatan berlangsung di Gedung Assessment, Lantai 2 Bagbinkar Biro SDM Polda Sulsel, Kamis (19/9).

Bimtek ini menghadirkan para pemateri internal, antara lain Kabagbinkar Biro SDM Polda Sulsel AKBP Candra Kurnia Setiawan, S.I.K., Kasubbagmutjab Kompol Akhmad Rivandy, S.I.K., M.Si., serta sejumlah perwira dan operator teknis Biro SDM. Peserta kegiatan terdiri atas 25 operator aplikasi Sadar Sulsel dan 25 operator aplikasi Sibarani dari seluruh Polres jajaran.

Dalam arahannya, Kabagbinkar menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI terkait ketahanan pangan. “Para operator harus benar-benar memahami mekanisme penginputan data. Seluruh data di Polres jajaran harus update, valid, dan akurat. Capaian produktivitas pertanian akan kita evaluasi dan bahkan kita lakukan pemeringkatan antar Polres,” tegasnya.

Aplikasi Sadar Sulsel menjadi instrumen utama pendataan ketahanan pangan, mulai dari data tanam, panen, hingga produktivitas lahan. Sementara Sibarani hadir sebagai inovasi unggulan Biro SDM untuk mendukung update data Bhabinkamtibmas secara realtime.

Hasil evaluasi menunjukkan beberapa Polres telah mencatat progres baik. Di antaranya Polres Bulukumba dengan efisiensi 100% dan produktivitas 8.000,7 kg/Ha, Polres Wajo dengan capaian tanam 60,7% dan panen 42,9%, serta Polres Parepare yang konsisten menerapkan standar pelaporan gagal panen.

Namun demikian, masih ditemukan kendala teknis, seperti pemisahan data lahan yang tidak tepat, kesalahan format input angka, rendahnya koordinasi antara operator dengan polisi penggerak, hingga belum adanya standar pelaporan gagal panen. Solusi pun ditegaskan, mulai dari pemisahan data lahan, penggunaan format angka tanpa koma/titik, hingga penerapan standar angka “1” sebagai penanda gagal panen.

Melalui bimtek ini, Biro SDM Polda Sulsel menegaskan komitmen mendukung target produktivitas 6 ton/Ha serta memastikan data ketahanan pangan yang terintegrasi dan akurat.

“Bimtek ini bukan sekadar teknis pelaporan, tapi bagian dari pengabdian Polri dalam mendukung program nasional. SDM Polda Sulsel berkomitmen menghadirkan data yang valid demi keberhasilan program ketahanan pangan,” tutup Kabagbinkar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *